Russia, Gagal Lagi dan (Kali Ini) Meledak

Detik-detik peluncuran roket Proton-M pada 2 Juli 2013 pukul 09:38 WIB yang berujung pada kehancurannya dalam ledakan dahsyat. T+0 detik menandakan roket mulai mengangkasa dan berjalan lanvar hingga T+22 detik, saat semburan asap hitam mulai muncul. Hanya berselang tiga detik kemudian (T+25), roket telah berubah arah 180 derajat dengan hidung hancur berkeping akibat akselerasi mendadak yang tak sanggup ditoleransi. Dan akhirnya dalam T+40 detik, roket Proton-M "mencium" Bumi dan meledak dengan dahsyatnya. Sumber : NASASpaceflight.com, 2013

Detik-detik peluncuran roket Proton-M pada 2 Juli 2013 pukul 09:38 WIB yang berujung pada kehancurannya dalam ledakan dahsyat. T+0 detik menandakan roket mulai mengangkasa dan berjalan lanvar hingga T+22 detik, saat semburan asap hitam mulai muncul. Hanya berselang tiga detik kemudian (T+25), roket telah berubah arah 180 derajat dengan hidung hancur berkeping akibat akselerasi mendadak yang tak sanggup ditoleransi. Dan akhirnya dalam T+40 detik, roket Proton-M “mencium” Bumi dan meledak dengan dahsyatnya.
Sumber : NASASpaceflight.com, 2013

Selasa 2 Juli 2013 pukul 08:38 waktu Baikonur (09:38 WIB), roket Proton-M seharusnya meluncur mulus dari landasan nomor 24 di kompleks peluncuran nomor 81 di jantung kosmodrom Baikonur, Kazakhstan. Roket setinggi 53 meter dan berbobot 712 ton yang menjadi salah satu kuda beban Russia dalam mengirim muatan ke langit seharusnya menggendong muatan istimewa: tiga satelit GLONASS-M yang bakal menjadi bagian tulangpunggung satelit-satelit navigasi Russia pesaing sistem GPS. Ketiga satelit tersebut dicantelkan di hidung upperstage DM-03, roket kecil yang bakal mendorongnya menuju orbit setinggi 19.000 km dan menyudut 64 derajat terhadap bidang khatulistiwa Bumi setelah Proton-M hanya sanggup mengantarkannya ke orbit rendah Bumi.

Apa mau dikata, peluncuran ini justru gagal dan lagi-lagi menjadi tamparan keras bagi wajah penerbangan antariksa Russia. Sebab tak hanya sekedar gagal, roket Proton-M pun meledak. Awalnya segalanya terlihat normal tatkala lepas landas, namun selepas +20 detik pasca meluncur masalah mulai menghampiri. Diawali dengan Semburan asap kemerahan dari moncong-moncong mesin roket tingkat pertamanya, Proton-M lantas berpilin cepat dan mendadak mengubah arah terbangnya. Sehingga hanya dalam 25 detik selepas meluncur, Proton-M tak lagi terbang ke atas namun justru malah terbang ke arah bawah, menuju ke Bumi. Berbeloknya arah terbang roket secara radikal diikuti dengan peningkatan percepatan (akselerasi) dramatis yang menghancurkan ruang muatan (payload)-nya sekaligus menghamburkan ketiga satelit didalamnya ke udara dalam kondisi berkeping-keping. Dan kurang dari semenit pasca diluncurkan, tepatnya hanya 40 detik kemudian, seluruh Proton-M telah jatuh mencium Bumi dengan kerasnya dengan setiap mesin roketnya masihbekerja penuh, sehingga terjadi ledakan hebat

Ledakan ini tak hanya membentuk kawah selebar 200 meter dalam jarak hanya 2,5 km dari landasan nomor 24. Dengan jumlah bahan bakar yang melimpah, yakni 600 ton, dan merupakan bahan sangat toksik dalam rupa dimetil hidrazin asimetrik (DMA) dan nitrogen tetroksida (N2O4) yang berbahaya bagi manusia dan bisa berakibat fatal, ledakan proton-M memaksa otoritas Russia menutup seluruh aktivitas dalam kompleks kosmodrom Baikonur sekaligus mengevakuasi personel-personelnya. Tak hanya itu, kota Baikonur yang berjarak 57 km pun mendadak menjadi “kota setengah mati” saat pejabat-pejabats etempat diperintahkan meliburkan semua aktivitas luar ruangan dengan segera dan penduduknya diperintahkan untuk menutup segenap jendela dan ventilasi tempat tinggalnya rapat-rapat.

Dampak yang langsung terlihat dari ledakan Proton-M adalah skala kerugian yang melangit. Masing-masing satelit GLONASS-M berharga sekitar US $ 200 juta sementara roket Proton-M sendiri berharga US $ 182 juta. Sehingga angka kerugiannya mencapai US $ 782 juta atau setara dengan Rp 7,8 trilyun. Namun jika ongkos penutupan kosmodrom Baikonur dan kota Baikonur diperhitungkan, skala kerugiannya pasti lebih besar dibanding US $ 1 milyar. Apalagi ledakan ini menjadi awal dari reaksi berantai yang bakal segera memukul industri penerbangan antariksa Russia. Seluruh peluncuran komersial dan militer berbasis roket Proton-M ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan selagi komisi penyelidik bekerja mencari akar masalah. Peluncuran roket-roket lainnya yang memanfaatkan kosmodrom Baikonur pun bakal tertunda seiring ditutupnya fasilitas ini untuk waktu yang belum ditentukan guna kepentingan pembersihan dan penyelidikan. Operasi stasiun antariksa internasional ISS pun bahkan dikhawatirkan bakal turut terganggu, seiring tertundanya peluncuran kargo Progress M-20M yang seharusnya meluncur pada 27 Juli 2013 mendatang. Peluncuran kosmonot-astronot pengganti ke ISS dalam Ekspedisi 37/38 yang dijadwalkan pada 25 September 2013 mendatang pun dikhawatirkan bakal tertunda.

Ledakan ini adalah kegagalan kelima yang dialami roket Proton-M semenjak 2010 silam. Hampir setahun silam, tepatnya pada 6 Agustus 2012, Indonesia turut terciprat getahnya saat Proton-M yang ditugaskan meluncur membawa satelit telekomunikasi Telkom-3 mengalami kegagalan parsial. Problem yang menghinggapi upperstage Briz-M membuat satelit telekomunikasi tersebut tak pernah mencapai tujuannya dan hanya melayang-layang tak berguna di langit sebagai sampah antariksa.

One thought on “Russia, Gagal Lagi dan (Kali Ini) Meledak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s