Memahami ‘Batuk’ Merapi 22 Juli 2013

Mount Merapi

Suara gemuruh mirip letusan terdengar dari arah Gunung Merapi pada Senin dinihari 22 Juli 2013 pukul 04:15 WIB. Suara menakutkan itu bisa didengar siapapun yang berada di sekujur lereng dan kaki gunung berapi aktif pembatas alamiah propinsi Jawa Tengah dan DIY itu hingga radius 6 sampai 7 km dari puncak. Gemuruh lantas disusul guyuran debu dan pasir yang berkibar ke kawasan kaki dan lereng gunung, terutama sektor selatan, barat dan timur. Bersamaan dengan terbitnya sang mentari, kolom debu bersalut warna kemerah-merahan nampak mengepul dari puncak Merapi dan membumbung tinggi hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak seperti teramati dari pos pemantauan Selo, Babadan, Jrakah dan Ngepos. Selama 35 menit kemudian tepatnya hingga pukul 04:48 WIB, badai kegempaan melanda seluruh seismometer pada semua pos pemantauan Gunung Merapi, hingga jarum-jarumnya sibuk membentuk pola berliku-liku yang khas gempa vulkanik. Pada saat yang sama pula badai kegempaan ini sempat dirasakan penduduk di lereng dan…

Lihat pos aslinya 1.898 kata lagi

Iklan

One thought on “Memahami ‘Batuk’ Merapi 22 Juli 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s