Cleveland, Kisah Meteor Paling Terang di Daratan AS dalam Lima Tahun Terakhir

Jarum jam masih berdetik selepas pukul 02:00 waktu setempat. Sementara kalender sudah menunjukkan hari Selasa 28 Agustus 2013. Pada pagi buta itu kota kecil Cleveland di negara bagian Tennessee (AS) masih tertidur lelap seperti pagi-pagi buta sebelumnya. Hanya segelintir orang yang masih beraktivitas, terutama mereka yang ritme kerjanya mengharuskan untuk tetap terjaga di dinihari. Dan semuanya menyangka pagi buta itu akan berjalan seperti biasanya, tanpa ada satu kejadian yang menonjol.

Detik-detik pemunculan meteor-terang Cleveland di langit seperti yang direkam salah satu kamera khusus pemantau meteor milik NASA. Di awal mula, meteor ini hanya sebintik cahaya kecil yang lebih redup dibanding Bulan. Namun berselang beberapa detik kemudian meteor mencapai puncak kecerlangannya dan demikian benderang sehingga kamera hampir tersaturasi. Sumber: NASA, 2013.

Detik-detik pemunculan meteor-terang Cleveland di langit seperti yang direkam salah satu kamera khusus pemantau meteor milik NASA. Di awal mula, meteor ini hanya sebintik cahaya kecil yang lebih redup dibanding Bulan. Namun berselang beberapa detik kemudian meteor mencapai puncak kecerlangannya dan demikian benderang sehingga kamera hampir tersaturasi. Sumber: NASA, 2013.

Namun pada pukul 02:27 setempat, mendadak sebuah peristiwa luar biasa terjadilah. Langit timur yang semula gelap meski berhias Bulan yang bentuknya tinggal separo mendadak benderang oleh melejitnya benda langit yang melesat cepat. Pada puncaknya langit dini hari kota bahkan demikian terang hingga melebihi terangnya langit malam kala Bulan purnama. Sehingga setiap benda yang tersinari cahayanya pun membekaskan bayangannya. Semua itu terjadi hanya dalam sekejap mata. Begitu langit benderang, dalam sekejap kemudian semuanya kembali gelap seperti sedia kala. Namun kota kecil Cleveland sontak gempar oleh peristiwa tersebut. Belakangan kegemparan bahkan merambat ke segenap penduduk bagian tenggara daratan AS.

Kehebohan juga melanda badan antariksa AS (NASA) khususnya unit Meteoroid Environment Office. Peristiwa di langit Cleveland itu terekam pula dalam jejaring kamera khusus pemantau meteor yang telah mereka pasang di berbagai penjuru daratan AS semenjak lima tahun silam. Kamera khusus itu mampu memantau keseluruhan bagian langit tanpa terkecuali dan tanpa terputus. Tak ada keraguan bahwa kehebohan dinihari itu dipicu oleh meteor, khususnya meteor-terang (fireball). Meteor-terang merupakan meteor yang kilatan cahayanya demikian benderang sehingga melebihi terangnya planet Venus, benda langit terterang ketiga bagi kita setelah Matahari dan Bulan. Namun berbeda dengan puluhan ribu meteor-terang lainnya yang telah terekam sebelumnya oleh kamera-kamera istimewa itu, meteor-terang Cleveland merupakan meteor-terang paling benderang sepanjang lima tahun terakhir. Demikian benderangnya sehingga pada puncaknya ia sampai 20 kali lipat lebih terang dibanding Bulan purnama.

Pecahan Asteroid

Kemunculan sebuah meteor-terang di langit malam sejatinya merupakan rutinitas semesta dengan perulangan waktu yang relatif jelas. Meski demikian dengan mayoritas permukaan Bumi adalah lautan sementara mayoritas daratannya pun tak berpenghuni, maka hanya sebagian kecil saja diantaranya yang dapat disaksikan manusia. Sehingga kehadirannya kerap memberikan sensasi menakjubkan dan mengundang banyak tafsiran. Dengan kemunculan yang berlangsung sangat cepat, yakni hanya berbilang beberapa detik hingga beberapa puluh detik saja, maka di masa silam sangat sulit untuk melacak asal-usul meteor-terang sehingga hanya dugaan-dugaan saja yang bermunculan. Namun kini, seiring tersedianya jejaring kamera khusus pemantau meteor khususnya di daratan AS dan Eropa, maka asal-usul setiap meteor-terang yang muncul di langit malam dapat ditentukan dengan cukup akurat sehingga cukup membantu memahami dinamika benda-benda langit sumber meteor yang menghujani Bumi dan bagaimana Bumi melewati semua itu.

Peta topografi kota kecil Cleveland (Tennessee) dan area sekitarnya. Garis panah putus-putus menunjukkan posisi lintasan meteor-terang Cleveland semenjak awal hingga akhir berdasarkan analisis rekaman kamera-kamera khusus pemantau meteor NASA. Tanda panah menunjukkan arah gerakan. Sumber: Sudibyo, 2013 dengan peta dari Google Maps.

Peta topografi kota kecil Cleveland (Tennessee) dan area sekitarnya. Garis panah putus-putus menunjukkan posisi lintasan meteor-terang Cleveland semenjak awal hingga akhir berdasarkan analisis rekaman kamera-kamera khusus pemantau meteor NASA. Tanda panah menunjukkan arah gerakan. Sumber: Sudibyo, 2013 dengan peta dari Google Maps.

Pun demikian bagi meteor-terang Cleveland. Kini diketahui meteor-terang tersebut mulai terlihat kamera semenjak ketinggian 97 kilometer dari muka Bumi dan mulai menghilang pada ketinggian 38 kilometer dari muka Bumi. Ia melejit dari arah barat daya (tepatnya azimuth 237) menuju ke timur laut (tepatnya azimuth 57) dengan membentuk sudut 50 derajat terhadap muka Bumi. Meteor melejit dengan kecepatan awal cukup tinggi, yakni 26 km/detik atau lebih dari 94.300 km/jam. Dengan karakter demikian maka dapat diketahui bahwa sebelum memasuki atmosfer Bumi, meteor tersebut adalah meteoroid yang beredar mengelilingi Matahari pada sebentuk orbit lonjong dengan titik terdekat ke Matahari (perihelion) sebesar 0,6 SA sementara titik terjauhnya ke Matahari (aphelion) bernilai 2,6 SA (SA = satuan astronomi, 1 SA = 150 juta kilometer). Dengan demikian meteoroid ini menyapu kawasan mulai dari antara di dekat orbit Venus hingga bagian dalam Sabuk Asteroid yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter.

Orbit meteor-terang Cleveland di antara orbit planet-planet dalam tata surya kita, dilihat dari ketinggian 750 juta kilometer di atas kutub utara Matahari. Nampak orbit Merkurius (Me), Venus (V), Bumi (B) dan Mars (M). Bintik-bintik cahaya di dekat Bumi adalah galaksi Awan Magellan Besar sementara pola mirip awan di sebelah kanan adalah selempang galaksi Bima Sakti. Keduanya berada jauh di latar belakang. Sumber; Sudibyo, 2013 dengan peta dari Starry Night Backyard.

Orbit meteor-terang Cleveland di antara orbit planet-planet dalam tata surya kita, dilihat dari ketinggian 750 juta kilometer di atas kutub utara Matahari. Nampak orbit Merkurius (Me), Venus (V), Bumi (B) dan Mars (M). Bintik-bintik cahaya di dekat Bumi adalah galaksi Awan Magellan Besar sementara pola mirip awan di sebelah kanan adalah selempang galaksi Bima Sakti. Keduanya berada jauh di latar belakang. Sumber; Sudibyo, 2013 dengan peta dari Starry Night Backyard.

Dengan aphelion di dalam Sabuk Asteroid, jelas bahwa meteoroid ini merupakan pecahan asteroid. Ia terhempas dari induknya mungkin akibat benturan dengan sesama asteroid lainnya. Ia kemudian melanglang buana mengarungi keluasan tata surya dalam orbitnya yang khas. Menyelesaikan sekali putaran dalam orbitnya setiap 2 tahun sekali, periode revolusi meteoroid ini ternyata tepat seperenam dari periode revolusi Jupiter. Maka terjadilah resonansi orbital dengan sang raksasa tata surya kita dan akibatnya Jupiter pun secara teratur mengubah orbit meteoroid ini. Sehingga pada suatu saat orbitnya pun berpotongan dengan orbit Bumi pada dua titik yang disebut titik nodal. Dan pada 28 Agustus 2013 itu meteoroid dan Bumi sama-sama menempati salah satu titik nodal tersebut. Tak dapat dielakkan lagi, meteoroid pun memasuki atmosfer Bumi sebagai meteor dan tepat di langit Cleveland.

Berbahaya ?

Dengan puncak kecerlangan hingga 20 kali lipat lebih besar ketimbang benderangnya Bulan purnama, perhitungan menunjukkan meteoroid Cleveland berbobot minimal 110 kilogram. Sehingga ia memiliki energi kinetik sekitar 40 Giga Joule atau 10 ton TNT, yang setara dengan 10 buah bom konvensional berdaya ledak tinggi. Kepadatan lapisan-lapisan atmosfer Bumi yang kian meninggi seiring kian mendekat ke muka Bumi menyebabkan gaya hambat udara kian membesar sehingga tekanan yang diderita meteor kian meninggi. Sebagai akibatnya suhu pun kian meninggi sehingga meteor kian berpijar membara. Pada satu titik, tekanan tersebut tak tertahankan lagi sehingga meteor pun terpecah-belah mulai ketinggian sekitar 80 kilometer. Karena kecerlangannya yang demikian besar, meteor-terang Cleveland berpotensi memproduksi meteorit kecil. Secara statistik rata-rata 90 % massa meteor-terang habis tergerus di atmosfer sehingga total massa meteorit yang bisa diproduksi dari peristiwa di Tennessee mungkin hanya sekitar 10-an kilogram saja.

Secara statistik pula meteor-terang layaknya kejadian di Cleveland terjadi rata-rata 5 hari sekali, sehingga peristiwa semacam ini tidaklah jarang. Dan dengan massa minimal 110 kilogram, yang setara dengan batu berongga bergaris tengah sekitar 1 meter, meteor-terang ini takkan sanggup mengatasi atmosfer Bumi. Maka meskipun mencatatkan diri sebagai meteor-terang paling benderang di daratan AS sepanjang lima tahun terakhir, meteor-terang Cleveland bukanlah jenis meteor yang berbahaya, yang sanggup menciptakan kerusakan signifikan di sekitar titik tumbuk/titik ledaknya. Inilah yang membedakan peristiwa Cleveland dengan Chelyabinsk (Rusia) pada 15 Februari 2013 atau setengah tahun sebelumnya. Karena, meski sama-sama berasal dari pecahan asteroid, ukuran meteoroid Cleveland terlalu kecil bila dibandingkan dengan meteoroid Chelyabinsk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s